Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Mei 2010

Si Jago Merah ( Buah Merah )

Jika mendengar ungkapan "si jago merah", mungkin yang tergambar dalam benak kita pertama kali adalah api. Tapi "si jago merah" yang satu ini bukanlah api, tapi sebuah tanaman yang disebut buah merah. Berikut adalah keterangan lengkap tentang buah merah.


Buah Merah Papua

Buah Merah adalah sejenis buah tradisional dari Papua. Oleh masyarakat Wamena, Papua, buah ini disebut kuansu. Nama ilmiahnya Pandanus Conoideus Lam karena tanaman Buah Merah termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dengan pohon menyerupai pandan, namun tinggi tanaman dapat mencapai 16 meter dengan tinggi batang bebas cabang sendiri setinggi 5-8 m yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah.

Kultivar buah berbentuk lonjong dengan kuncup tertutup daun buah. Buah Merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg. Warnanya saat matang berwarna merah marun terang, walau sebenarnya ada jenis tanaman ini yang berbuah berwarna coklat dan coklat kekuningan.

Bagi masyarakat di Wamena, Buah Merah disajikan untuk makanan pada pesta adat bakar batu. Namun, banyak pula yang memanfaatkannya sebagai obat. Secara tradisional, Buah Merah dari zaman dahulu secara turun temurun sudah dikonsumsi karena berkhasiat banyak dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti mencegah penyakit mata, cacingan, kulit, dan meningkatkan stamina.

Budidaya

Budidaya tanaman dipelopori oleh seorang warga lokal Nicolaas Maniagasi sejak tahun 1983, dan atas jerih payahnya tersebut mendapatkan penghargaan lingkungan hidup Kehati Award 2002.

Buah ini banyak terdapat di Jayapura, Manokwari, Nabire, dan Wamena.

Kandungan dan khasiat

Adapun penelitian tentang khasiat pengobatan Buah Merah pertama kali dilakukan oleh peneliti dosen Universitas Cendrawasih di Jayapura yaitu Drs. I Made Budi M.S. sebagai ahli gizi dan dosen Universitas Cendrawasih sempat mengamati secara seksama kebiasaan masyarakat tradisional di Wamena, Timika dan desa-desa kawasan pegunungan Jayawijaya yang mengkonsumsi Buah Merah. Pengamatan atas masyarakat lokal berbadan lebih kekar dan berstamina tinggi, padahal hidup sehari-hari secara asli tradisional yang serba terbatas dan terbuka dalam berbusana dalam kondisi alam yang keras serta terkadang bercuaca cukup dingin di ketinggian pegunungan. Keistimewaan fisik penduduk lain yakni jarang yang terkena penyakit degeneratif seperti: hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan kanker.

Dengan meneliti kandungan komposisi gizinya, ternyata dalam ujud sari Buah Merah itu banyak mengandung antioksidan (kandungan rata-rata):

Di samping beberapa zat lain yang meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain: asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dekanoat, Omega 3 dan Omega 9 yang semuanya merupakan senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam tubuh.

Betakaroten berfungsi memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada arteri. Jadi aliran darah ke jantung dan otak berlangsung tanpa sumbatan. Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi. Ini meningkatkan jumlah sel pembunuh alami dan memperbanyak aktivitas sel T Helpers dan limposit. Suatu kutipan studi membuktikan konsumsi betakaroten 30-60 mg/hari selama 2 bulan membuat tubuh dapat memperbanyak sel-sel alami pembasmi penyakit. Bertambahnya sel-sel alami itu menekan kehadiran sel-sel kanker karena ampuh menetralisasikan radikal bebas senyawa karsinogen penyebab kanker.

Dalam beberapa penelitian terbatas yang dilakukan I Made Budi dengan metode pengobatan langsung dengan Sari Buah Merah, peneliti mengungkapkan keberhasilan yang amat tinggi dalam upaya pengobatan yang dilaksanakan terhadap beberapa penyakit.


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Buah_Merah


Sabtu, 15 Mei 2010

Si Liar yang Kaya Manfaat ( Meniran )


Meniran pada awalnya dianggap sebagai tanaman liar. Namun setelah diteliti ternyata kandungan dari tanaman ini sangat luar biasa. Salah satunya adalah sebagai hepatoprotektor / pelindung sel hati. Seperti yang kita ketahui, sel hati tidak dapat beregenerasi yang artinya jika rusak, tubuh tidak akan bisa memperbaikinya. Maka dengan mengkonsumsi meniran dengan cara yang benar, organ hati kita akan terlindungi. Selain itu, meniran masih memiliki banyak khasiat. Berikut keterangan yang lebih lengkap mengenai meniran


Meniran

(Phylanthus urinaria, Linn.)

Sinonim :
Phylanthus alatus, Bl. P. cantonensis, Hornem. P. echinatus, Wall. P. lepidocarpus, Sieb.et Zucc P. leprocarpus, Wight.

Familia :
Euphorbiaceae

Uraian :
Morfologi Meniran : Batang : Berbentuk bulat berbatang basah dengan tinggi kurang dari 50 cm. Daun : Mempunyai daun yang bersirip genap setiap satu tangkai daun terdiri dari daun majemuk yang mempunyai ukuran kecil dan berbentuk lonjong. Bunga : Terdapat pada ketiak daun menghadap kearah bawah. Syarat Tumbuh : Meniran tumbuhan berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di Hutan-hutan, ladang-ladang, Kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah, pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Nama Lokal :
Child pick a back (Inggris), Kilanelli (India), Meniran (Jawa); Zhen chu cao, Ye xia zhu (Cina), Gasau madungi (Ternate);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit kuning (lever), Malaria, Demam, Ayan, Batuk, Haid lebih; Disentri, Luka bakar, Luka koreng, Jerawat;

Pemanfaatan :

1. Sakit Kuning

a. Bahan Utama: 16 Tanaman Meniran (akar, Batang, daun)

Bahan Tambahan: 2 gelas Air Susu

Cara membuat: Tanaman meniran dicuci lalu ditumbuk halus dan

direbus dengan 2 gelas air susu sampai mendidih hingga tinggal

1 gelas.

Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus; dilakukan

setiap hari.

b. Bahan Utama: 7 batang tanaman meniran (akar, Batang dan

bunga)

Bahan Tambahan: 7 buah Bunga cengkeh kering, 5 cm rimpang

umbi temulawak, 1 potong kayu manis

Cara Membuat: Seluruh bahan direbus dengan 2 gelas air sampai

mendidih hingga tinggal 1 gelas

Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari.

2. Malaria

Bahan utama: 7 Batang tanaman Meniran lengkap

Bahan tambahan: 5 Biji bunga cengkeh kering, 1 potong kayu manis

Cara membuat: Seluruh bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk

halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih.

Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari.

3. Ayan

Bahan Utama: 17 - 21 batang tanaman meniran (akar, batang, daun

dan Bunga)

Cara membuat: bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 5

gelas air sampai mendidih hingga tinggal ± 2,5 gelas.

Cara menggunakan: disaring dan diminum 1 kali sehari sehari 3/4

gelas selama 3 hari berturut-turut

4. Demam

Bahan utama: 3-7 batang Tanaman meniran lengkap (akar, batang,

daun dan bunga)

Cara membuat: bahan dicuci bersih, kemudian diseduh dengan 1

gelas air panas .

Cara menggunakan: disaring, kemudian diminum sekaligus.

5. Batuk

Bahan Utama: 3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang,

daun, bunga)

Bahan tambahan: Madu secukupnya.

Cara membuat: Bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan

direbus dengan 3 sendok makan air masak, hasilnya dicampur

dengan 1 sendok makan madu sampai merata.

Cara menggunakan: diminum sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari

6. Haid berlebihan

Bahan Utama: 3 - 7 potong akar Meniran kering

Bahan tambahan : 1 gelas air tajan

Cara membuat: bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air

sampai mendidih, Kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan

diaduk sampai rata.

Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan

sore.

7. Disentri

Bahan Utama: 17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang,

daun dan bunga )

Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan

sore.

8. Luka Bakar Kena Api atau Air Panas

Bahan Utama: 3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang,

daun dan bunga)

Bahan Tambahan: 1 Rimpang umbi temulawak (4 cm), 3 buah bunga

cengkeh kering, 1 potong kayu Manis.

Cara membuat: Bahan utama ditumbuk halus, dan temulawak

diiris-iris . Kemudian dicampur dengan bahan -bahan yang lain dan

direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.

9. Luka koreng

Bahan Utama: 9 - 15 batang meniran lengkap (akar, batang, daun

dan bunga)

Cara membuat: Bahan Utama dicuci Bersih dan ditumbuk halus.

Kemudian direbus dengan 1 cerek air.

Cara menggunakan: dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk

mandi.

10. Jerawat

Bahan Utama: 7 Batang tanaman meniran

Bahan Tambahan: 1 Rimpang umbi kunyit (4 cm)

Cara membuat: Seluruh bahan dicuci sampai bersih dan ditumbuk

sampai halus, Kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih

hingga tinggal 1 gelas.

Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara

teratur setiap hari.

Komposisi :
Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan Meniran : - Zat Filantin - Kalium - Mineral - Damar - Zat Penyamak


Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=18